Sampit, 15 Juli 2026 – Memasuki hari ketiga MPLS, atmosfer penuh dinamis dan semangat semakin memuncak di SMKN 2 Sampit. Para siswa baru tak hanya diajak untuk mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga mulai ditempa secara mental, disiplin, hingga wawasan mengenai masa depan mereka setelah lulus nanti.
Kegiatan ini diawali dengan apel pagi, sebuah ciri khas rutinias pagi untuk selalu mengasah kedisiplinan. Sejak pukul 06.30 WIB, derap langkah kaki para siswa baru mulai memenuhi area sekolah. Dengan teriknya sinar matahari pagi yang cerah, ratusan wajah-wajah baru penuh antusiasme berbaris rapi di lapangan upacara, menunjukkan kesiapan mereka untuk menerima ilmu dan pengalaman baru.
Para siswa baru berlatih baris-berbaris dengan para anggota TNI. (Dokumentasi milik Penulis)
Setelah melakukan apel pagi, dilanjutkan dengan sesi LKBB, masih dipandu oleh para anggota TNI, seperti hari kedua sebelumnya. Mereka tampak begitu antusias mengikuti instruksi demi instruksi. Teriakan aba-aba yang tegas dan langkah kaki bergema dengan serempak di area sekolah. Harapannya, mereka memiliki mental yang kuat, disiplin tinggi, dan rasa tanggung jawab yang besar.
Seorang siswa maju ke depan, memberikan pendapatnya tentang Delapan Dimensi Profil Lulusan SMK. (Dokumentasi milik Penulis)
Setelah menjalani LKBB, agenda berikutnya pun tiba, mereka diarahkan ke aula untuk menerima materi yang sangat penting bagi siswa SMK, yaitu Pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan SMK sesuai dengan prinsip BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha). Materi ini memberi gambaran jelas bahwa lulusan SMKN 2 Sampit memiliki tiga jalur utama setelah lulus: langsung terjun ke dunia kerja (Bekerja), melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Melanjutkan), atau menciptakan lapangan kerja sendiri (Wirausaha). Dengan materi ini, diharapkan para siswa baru ini sudah bisa menentukan target dan fokus mereka sejak hari pertama sekolah.
Para siswa baru belajar tentang ekstrakurikuler di SMKN 2 Sampit. (Dokumentasi milik Penulis)
Sesi serius sudah selesai, kini keceriaan pecah saat sesi Pengenalan Ekstrakurikuler dimulai. Berbagai organisasi dan klub hobi dari SMKN 2 Sampit ditunjukkan, bahkan prestasi juga dipamerkan. Mulai dari bidang olahraga, seni, hingga keorganisasian, semuanya membuka pintu lebar bagi mereka untuk mengembangkan bakat dan minat di luar jam pelajaran akademik. Ini menjadi pengingat kalau masa sekolah bukan hanya soal buku dan ujian, namun juga membentuk jati diri melalui hobi dan komunitas.
Para siswa baru menerima materi tentang Bahaya NAPZA. (Dokumentasi milik Penulis)
Sebagai penutup serangkaian kegiatan hari ketiga, sekolah menghadirkan sesi penting yakni Bahaya NAPZA dan Fenomena Sosial Perilaku Remaja. Di tengah rintangan zaman yang semakin kompleks, materi ini menjadi peringatan penting bagi mereka untuk menjauhi narkoba dan bijak dalam pergaulan.
Para siswa baru tampak menyimak dengan serius setiap poin yang disampaikan, mulai dari tentang narkoba, hingga tips bijak dalam memilih teman supaya tak terjerumus ke dalam perilaku yang bisa merusak masa depan. Melalui sesi ini, sekolah berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dalam hal praktik atau keahlian jurusannya, namun juga memiliki karakter yang positif.
Hari ketiga MPLS ini berjalan tanpa hambatan. Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, para siswa baru SMKN 2 Sampit diharapkan semakin siap berubah dari siswa SMP menjadi pribadi SMK yang unggul dan berkarakter.
(tho)






Komentar Terbaru