Sampit, 20 Juli 2026 – Hari ini menjadi momentum bersejarah bagi keluarga besar SMKN 2 Sampit. Lapangan sekolah yang biasanya damai, kini kembali riuh dengan semangat baru saat dimulainya hari pertama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan hari ini terasa sangat spesial, memadukan semangat penyambutan siswa baru dengan momen emosional pelepasan guru senior.

Ahmad Arifin S.T.P., M.T selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Sampit sedang memberikan amanat. (Dokumentasi milik Penulis)

Upacara bendera yang berlangsung khidmat menjadi pembuka serangkaian kegiatan. Dalam amanatnya, Ahmad Arifin S.T.P., M.T, selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Sampit memberi sambutan hangat sekaligus meresmikan status para siswa baru sebagai bagian dari keluarga besar SMKN 2 Sampit. Beliau menekankan bahwa selama lima hari ke depan, para siswa akan menjalani program Character Building. Program ini dirancang khusus bukan tanpa alasan; beliau menyebutnya sebagai fondasi utama untuk arah dan tujuan para siswa selama menempuh pendidikan di sekolah ini. Dengan karakter kuat, diharapkan para siswa tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dalam dunia kerja nantinya.

Prosesi Pelepasan Siswa PKL Angkatan 24 Tahun Ajaran 2026/2027. (Dokumentasi milik Penulis)

Setelah upacara bendera selesai, suasana beralih ke prosesi penutupan pembekalan sekaligus pelepasan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Angkatan 24 Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak ratusan siswa kelas XII kini bersiap terjun langsung ke dunia usaha dan dunia industri untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari selama di bangku sekolah. Pelepasan ini menjadi simbolis kepercayaan sekolah terhadap kompetensi para siswanya.
Ibu Dra. Ariyati memberikan pesan kepada para siswa. (Dokumentasi milik Penulis)
Namun, suasana penuh semangat tersebut seketika berubah menjadi haru saat sekolah menggelar acara pelepasan salah satu guru terbaiknya, Ibu Dra. Ariyati, yang telah memasuki masa purna tugas. Pengabdian selama 20 tahun di SMKN 2 Sampit bukanlah waktu yang singkat. Beliau telah menjadi saksi perjalanan ribuan siswa dan rekan seperjuangan.
Ibu Dra. Ariyati sedang memeluk salah satu rekan seperjuangannya. (Dokumentasi milik Penulis)
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan oleh Kepala Sekolah atas dedikasi tanpa lelah yang telah diberikan Ibu Ariyati. Suasana haru kian terasa saat beberapa guru tak kuasa menahan air mata melepas rekan seperjuangan mereka. Penyerahan hadiah kenang-kenangan dan doa bersama menjadi penutup yang manis sekaligus menyedihkan bagi sosok yang telah dianggap sebagai ibu dan mentor di sekolah ini.
Hari pertama KBM ini ditutup dengan perasaan yang campur aduk: semangat untuk memulai lembaran baru bagi siswa, dan rasa kehilangan yang mendalam atas berakhirnya masa bakti seorang mentor teladan. Selamat datang para siswa baru, selamat berjuang siswa kelas XII yang menjalani PKL, dan selamat purna tugas Ibu Dra. Ariyati.
(tho)